Riset Mahasiswa Agroteknologi Ungkap Potensi Produksi Tomat Beef Premium Melalui Kombinasi Giberelin dan MKP
Magelang – Upaya peningkatan produktivitas tomat beef terus dilakukan melalui berbagai pendekatan budidaya. Salah satunya melalui penelitian yang mengombinasikan penggunaan zat pengatur tumbuh giberelin dan pupuk monokalium fosfat (MKP) pada budidaya tomat beef varietas Umagna dengan sistem hidroponik substrat.
Penelitian ini dilaksanakan oleh Maulida Rachmi Sekar Pramesthi, mahasiswa Program Studi Agroteknologi, di bawah arahan Ir. Ari Wijayani, MP. Kegiatan penelitian berlangsung di CV. Soga Farm Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang hortikultura dan menerapkan sistem budidaya modern dalam kegiatan produksinya.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan dan hasil tanaman tomat beef terhadap pemberian berbagai konsentrasi giberelin dan pupuk MKP. Kedua perlakuan tersebut dipilih karena memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman serta proses pembentukan bunga dan buah. Dalam pelaksanaannya, tanaman dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik substrat yang memungkinkan pengaturan kebutuhan air dan unsur hara secara lebih terukur. Metode ini banyak digunakan pada budidaya hortikultura modern karena mampu menciptakan kondisi lingkungan tumbuh yang lebih stabil dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman tomat beef memiliki kemampuan produksi yang cukup tinggi. Setiap tanaman mampu membentuk rata-rata 6 tandan buah, dengan jumlah 4–5 buah pada setiap tandan. Buah yang dihasilkan memiliki bobot lebih dari 200 gram per buah, sehingga termasuk dalam kategori tomat beef berukuran besar. Berdasarkan capaian tersebut, potensi produksi tanaman diperkirakan berada pada kisaran 4,8-6,0 kilogram per tanaman.
Menurut peneliti, pencapaian tersebut berkaitan dengan fungsi giberelin yang berperan dalam merangsang aktivitas pertumbuhan tanaman, serta dukungan unsur fosfor dan kalium dari pupuk MKP yang penting dalam proses pembungaan, pembentukan buah, dan pengisian buah. Ketersediaan unsur hara yang memadai selama masa pertumbuhan memberikan peluang bagi tanaman untuk menghasilkan buah dengan ukuran dan kualitas yang lebih baik.
Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan nutrisi dan zat pengatur tumbuh yang tepat dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas tomat beef. Selain berpotensi meningkatkan hasil panen, teknologi budidaya yang diterapkan juga dapat mendukung produksi tomat berkualitas premium yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar.
Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh informasi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan budidaya tomat beef, khususnya pada sistem hidroponik substrat. Hasil penelitian juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teknologi budidaya hortikultura yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.