Mahasiswa Lintas Prodi UPN Veteran Yogyakarta Raih Juara 1 dan Best Presentation pada Garuda Business Plan Competition 2026 Tingkat Nasional Melalui Inovasi PalmHive
Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY). Tim mahasiswa lintas program studi berhasil meraih Juara 1 sekaligus penghargaan Best Presentation pada Garuda Business Plan Competition (GBPC) 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Garuda, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang. Penghargaan tersebut diumumkan pada Grand Final GBPC 2026 yang berlangsung pada 25 Juli 2026, setelah para finalis melewati serangkaian tahapan seleksi mulai dari pengumpulan Business Model Canvas (BMC), proposal bisnis, hingga presentasi final di hadapan dewan juri.
Tim dengan nama “Harus Juara” yang berhasil mengharumkan nama UPN Veteran Yogyakarta tersebut terdiri atas Mada Sagita Purwawibawa (Agroteknologi, 2024), Muhammad Chaesar Noufallabib Widodo (Administrasi Bisnis, 2024), Muhammad Luthfi Rahman Hakim (Manajemen, 2024), Diah Yuni Purwati (Ekonomi Pembangunan, 2023), dan Rio Prasetio (Informatika, 2024). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai implementasi yang tinggi bagi dunia industri.
Prestasi tersebut diraih melalui inovasi PalmHive, sebuah platform konservasi musuh alami berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendukung implementasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan. Inovasi ini lahir sebagai respons terhadap tingginya ketergantungan sektor perkebunan terhadap penggunaan pestisida kimia yang berpotensi menimbulkan resistensi hama, menurunkan biodiversitas, serta meningkatkan risiko pencemaran lingkungan.
PalmHive menawarkan pendekatan baru dalam pengelolaan ekosistem perkebunan melalui konsep smart active conservation platform yang mengintegrasikan teknologi digital dengan konservasi musuh alami. Berbeda dengan insect hotel konvensional yang bersifat pasif, PalmHive mampu menarik dan mempertahankan populasi serangga bermanfaat melalui sistem atraktan semiokimia, pengaturan mikroklimat adaptif, serta monitoring biodiversitas secara real-time menggunakan kamera berbasis AI dan sensor IoT.
Selain berfungsi sebagai habitat musuh alami, PalmHive juga menyediakan data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan hama secara presisi. Dengan demikian, perusahaan perkebunan dapat meningkatkan efektivitas pengendalian hayati sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap insektisida sintetis.
Menurut tim pengembang, PalmHive tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas perkebunan, tetapi juga pada upaya menjaga keseimbangan agroekosistem dan mendukung praktik perkebunan berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), RSPO, dan ISPO.
Keunggulan PalmHive terletak pada integrasi berbagai teknologi dalam satu sistem yang meliputi Semiochemical Attraction System, Adaptive Insect Hotel, Adaptive Microclimate Control, AI Ecological Monitoring, dan IoT Decision Support System. Melalui sistem tersebut, PalmHive mampu melakukan pemantauan kondisi biodiversitas secara berkelanjutan, meningkatkan populasi musuh alami hama, serta menghasilkan data ekologis yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan perkebunan dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Dari sisi bisnis, PalmHive juga memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia memiliki jutaan hektare lahan perkebunan yang berpotensi menjadi pasar bagi teknologi konservasi berbasis digital. Oleh karena itu, PalmHive dirancang tidak hanya sebagai produk teknologi, tetapi juga sebagai model bisnis yang berkelanjutan melalui layanan monitoring, analisis data biodiversitas, serta penyediaan bahan semiokimia secara berkala.
Keberhasilan PalmHive meraih Juara 1 dan Best Presentation menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional. Penghargaan Best Presentation yang diraih juga menjadi bukti kemampuan tim dalam mengomunikasikan ide secara sistematis, ilmiah, dan aplikatif di hadapan para juri yang berasal dari kalangan akademisi maupun praktisi.
Mada Sagita Purwawibawa, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Angkatan 2024 yang tergabung dalam tim Harus Juara, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh anggota tim.
“PalmHive dikembangkan melalui kolaborasi berbagai disiplin ilmu karena tantangan di sektor pertanian dan perkebunan membutuhkan solusi yang terintegrasi. Kami bersyukur inovasi ini dapat meraih Juara 1 dan Best Presentation. Semoga PalmHive dapat terus dikembangkan dan direalisasikan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengelolaan perkebunan sawit yang lebih produktif dan berkelanjutan.”
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen UPN Veteran Yogyakarta dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis riset, teknologi, dan kewirausahaan yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta terus menunjukkan kapasitasnya sebagai generasi muda yang siap berkontribusi dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.