Mengangkat Tema Ketahanan Pangan dalam Pengabdian Masyarakat HMPS Agroteknologi 2026

20 September 2026
Admin
13
Mengangkat Tema Ketahanan Pangan dalam Pengabdian Masyarakat HMPS Agroteknologi 2026

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan langsung oleh Divisi Hubungan Masyarakat dan menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berfokus pada kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat serta mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung. Pada tahun ini, kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Desa Sriharjo, tepatnya di Lumbung Mataraman Sriharjo. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mengangkat tema besar “Ketahanan Pangan” dengan menyesuaikan potensi dan kondisi yang ada di masyarakat. Pengabdian msayarakat 2026 juga turut mengundang beberapa delegasi kampus di luar UPN “Veteran” Yogyakarta yaitu Universitas Siliwangi, Universitas Gunung Kidul, Universitas Tidar, dan Institut Pertanian STIPER angkatan 24 dan 25 yang difokuskan untuk mengikuti Seminar Regional dan Gerak Tanam Bersama.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat 2026 memiliki beberapa rangkaian yang melibatkan berbagai pihak. Pra Acara sebagai rangkaian pembuka dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2026 dengan fokus kegiatan berupa pembekalan volunteer dan penjelasan mengenai seluruh rangkaian Pengabdian Masyarakat yang akan dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, volunteer diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai rangkaian kegiatan serta hal-hal yang akan dilakukan selama pelaksanaan Pengabdian Masyarakat.

Rangkaian kedua dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2026 dengan nama Eksplorasi Lumbung. Kegiatan ini ditujukan kepada anak-anak sekolah dasar kelas 1–3. Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan dengan pertanian dan potensi pangan lokal sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Dengan dilaksanakannya Eksplorasi Lumbung, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pengetahuan baru mengenai pertanian dan ketahanan pangan.

Rangkaian ketiga dilaksanakan pada tanggal 5 September 2026 dengan nama Lokakarya Kolaboratif Olahan Pangan Lokal. Peserta dalam kegiatan ini merupakan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Desa Sriharjo, yaitu KWT Andini Mulyo, KWT Podjok Kunthi Sompok, KWT Pengkol, dan KWT Butuh Trukan. Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi oleh Herdiana Anggrasari, S. P., M. Sc. selaku dosen Fakultas Pertanian mengenai “Strategi Diversifikasi Pangan Berbasis Komoditas Lokal untuk Meningkatkan Nilai Tambah”. Setelah penyampaian materi, peserta bersama mahasiswa melakukan praktik pengolahan singkong menjadi kue talam. Pemilihan singkong sebagai bahan dasar disesuaikan dengan potensi yang ada di Lumbung Mataraman Sriharjo, mengingat singkong menjadi salah satu hasil utama yang tersedia di sana. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai diversifikasi pangan, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana komoditas lokal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Rangkaian keempat dilaksanakan pada tanggal 19 September 2026 yaitu Seminar Regional. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari tiga instansi yang berbeda, yaitu Yosephine Retno Astuti, S. TP., M. Ec., Dev. selaku Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP DIY yang menyampaikan materi “Strategi dan Kebijakan Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal”, Drs. M. Husain Kasim, M. P. selaku dosen Fakultas Pertanian yang menyampaikan materi “Inovasi Berbasis Potensi Lokal sebagai Penguat Ketahanan Pangan Berkelanjutan”, serta Titik Istiyawatun Khasanah, S. I. P. selaku Kepala Desa Sriharjo yang menyampaikan materi “Implementasi Kolaborasi melalui Lumbung Mataraman dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Melalui ketiga materi tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai ketahanan pangan dari sisi kebijakan, akademik, hingga penerapannya secara langsung di masyarakat.

Setelah pelaksanaan Seminar Regional, peserta kemudian diarahkan menuju Desa Sriharjo untuk mengikuti kegiatan field trip. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk melihat dan mengenal secara langsung potensi serta kegiatan yang ada di Desa Sriharjo, khususnya yang berkaitan dengan Lumbung Mataraman dan ketahanan pangan. Kegiatan field trip menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung bagaimana potensi lokal dapat dimanfaatkan dan dikembangkan bersama masyarakat. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama warga yang dihadiri oleh ibu-ibu KWT dan penyuluh pertanian yaitu Bapak Sabari untuk bertukar cerita dan pengetahuan mengenai kondisi, potensi, serta berbagai hal yang berkaitan dengan ketahanan pangan di Desa Sriharjo.

Rangkaian kelima sekaligus menjadi rangkaian penutup dilaksanakan pada tanggal 20 September 2026 dengan nama Gerak Tanam Bersama. Kegiatan ini menjadi bentuk aksi nyata dari rangkaian Pengabdian Masyarakat yang telah dilaksanakan sebelumnya. Melalui kegiatan tanam bersama, mahasiswa, volunteer, delegasi, dan masyarakat dapat terlibat secara langsung dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan dan ketahanan pangan. Dengan adanya seluruh rangkaian tersebut, Pengabdian Masyarakat 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan yang memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kolaborasi dan pengalaman bersama antara mahasiswa dan masyarakat.

Bagikan: