ADAPTASI DAN STABILITAS HASIL BEBERAPA GALUR GANDUM INTRODUKSI DAN GALUR MUTAN DI DATARAN RENDAH (BASUKI, Dr. Ir. MP, BUDYASTUTI PH, Dr.Ir.M.Agric. Sc., ENDAH BUDI IRAWATI, SP.MP)
diupload pada 21 Juli 2017

Gandum (Triticum aestivum L.) merupakan salah satu sumber karbohidrat yang dimanfaatkan untuk menganekaragamkan pangan (Anonim, 2005). Tepung terigu dan berbagai produknya telah dikonsumsi secara rutin hampir di semua lapisan  dipasaran dalam negeri telah pula dipandang sebagai suatu keharusan. Selama ini kebutuhan gandum di Indonesia dipenuhi dari impor. Impor gandum cenderung akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang,  Dengan ditemukannya beberapa mutan gandum M6 yang toleran terhadap kondisi abiotik di dataran rendah maka memberikan harapan untuk bisa budidaya tanaman gandum di Indonesia yang beriklim tropis (Pringgohandoko, 2013). Penelitian  bertujuan untuk: 1) Mengelompokkan beberapa galur gandum introduksi dan mutan gandum yang sesuai ditanam di lokasi penanaman (spesifik lokasi) di dataran rendah berdasarkan hasil dan komponen hasil tanaman gandum, 2) Mengkaji hubungan antara hasil dan komponen hasil pada galur gandum introduksi dan mutan yang ditanam pada berbagai lokasi.

Penelitian dilakukan pada bulan April 2016 sampai dengan bulan September 2016. Pelaksanaan penelitian pengujian kesesuai lokasi dilaksanakan di tiga lokasi yaitu: Lokasi 1 Turi (jenis tanah vulkanik muda), Lokasi 2  sentolo jenis tanah vulkanik tua dan Lokasi 3  Wonosari jenis tanah Kars.  Penelitian pada masing-masing lokasi dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari 2 galur introduksi (Selayar dan WL-2265) dan 5 galur gandum mutan M6 (PN-81/200/103/13; SA-75/200/132/81; WL -2265/300/629/35;DWR-195/300/73/102; WL-2265/200/28/15) dengan tiga blok  sebagai ulangan. Data hasil pengukuran parameter dianalisis menggunakan analisis varian multiloksi pada tingkat signifikasi 5% dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada tingkat signifikasi 5% apabila ada beda nyata antar perlakuan (Stell and Torrie, 1991)  Kesimpulkan penelitian: 1. Pertumbuhan genotip gandum introduksi dan genotip mutan gandum tropis M6 yang ditanam di lokasi Turi lebih baik dibanding Genotip gandum introduksi dan genotip mutan gandum Tropis M6 yang ditanam di lokasi Sentolo dan  genotip yang ditanam dilokasi Wonosari. 2.Genotip gandum introduksi (Selayar dan WL-2265) dan genotip mutan gandum tropis M6 (DWR-195/300/73/102 dan genotip WL-2265/200/28/15 dilokasi Turi merupakan genotip unggul.