RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SISTEM SRI HEMAT AIR, PUPUK SERTA RAMAH LINGKUNGAN
diupload pada 19 Juli 2017

RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SISTEM SRI HEMAT AIR, PUPUK SERTA RAMAH LINGKUNGAN

Ketidaktepatan penggunaan metode irigasi, tingginya penggunaan benih dan penggunaan pupuk dan pestisida kimia tidak rasional menjadi kunci penghambat swasembada. Kondisi sawah tergenang secara terus menerus akan memperlambat proses dekomposisi bahan organik dan meningkatkan gas metana, meskipun tidak selamanya merugikan karena terjadi dinamika perubahan dan pergerakan unsur hara. Permasalahan penggunaan benih yang lebih banyak pada budidaya konvensional tejadi pemborosan benih. Permasalahan penggunaan dosis pupuk yang tidak rasional menurunkan tingkat kesuburan tanah. Dampak paling terasa adalah makin kurang responsifnya tanaman terhadap pemupukan yang menimbulkan ketidak seimbangan ekosistem dan menurunkan keaneka-ragaman hayati. Pengelolaan tanaman terpadu (PTT) yang ramah lingkungan merupakan solusi cara bertani yang melestarikan keseimbangan ekosistem alami. Bertujuan untuk menghasilkan produk pertanian yang sehat dan cara berkesinambungan, tanpa atau dengan mengurangi penggunan pestisida, pupuk kimia dan zat-zat kimia lainnya. Teknologi padi SRI (System of Rice Intensification) dengan  konsep PTT merupakan salah satu teknologi untuk meningkatkan produksi padi. Metode ini akan meningkatkan fungsi tanah sebagai media tumbuh dan sumber nutrisi tanaman.  Buku ini mengupas tentangt eknologi budidaya ramah lingkungan melalui Sistem SRI berbasis semi organik. Diimplementasikan dengan cara budidaya padi dan pengelolaan hemat air, pupuk dan ramah lingkungan